Language
  • Semua Tamu Lain yang Memesan

Desain Abadi

Di RIHGA Royal Hotel Osaka, ruangannya sendiri merupakan ekspresi hidup dari seni dan warisan budaya. Selama 90 tahun, keahlian para pengrajin dan desainer ulung telah menghiasi "Guest House of Osaka," menciptakan suasana di mana estetika Jepang, tradisi, dan keanggunan abadi menyatu.
Lobi Utama

Karpet "Kinshu"
— Mahakarya Tenun yang Menangkap Keanggunan Abadi Musim Gugur

Melangkah ke Lobi Utama, Anda akan berdiri di atas sebuah karya seni tekstil Jepang yang unik. Dirancang pada tahun 1973 di bawah visi arsitek ulung Isoya Yoshida, karpet megah ini terinspirasi oleh alam dan "Kinshu" - dedaunan musim gugur yang hidup dan seperti brokat - yang digambarkan dalam kumpulan puisi kuno Manyoshu.

Dibuat menggunakan teknik Dantsu (pembuatan karpet Jepang) tradisional di Yamagata, setiap benang ditenun dan diukir dengan tangan secara teliti oleh para pengrajin ahli.

Lihat Lebih Banyak
Lampu Gantung Gakujin

Lampu Gantung Gakujin
— Mempertahankan Kilau Selama 90 Tahun

Terletak di lobi lantai 1 West Wing, lampu gantung ini telah menghiasi ruang dansa megah Hotel Shin-Osaka—pendahulu RIHGA Royal Hotel Osaka—sejak pembukaannya pada tahun 1935. Lampu gantung ini menggambarkan ansambel musik yang terdiri dari tiga orang yang memainkan seruling, gitar, dan rebana, serta satu orang yang bernyanyi dan menari.
LEACH BAR

LEACH BAR
— Kehangatan Pondok Inggris, yang Dirancang
oleh seorang Master dari Gerakan Seni Garpu Mingei

Ruangannya sendiri merupakan sebuah karya seni—dan 'LEACH BAR,' yang didirikan pada tahun 1965, menawarkan kesempatan untuk merasakannya secara langsung. Dirancang oleh perajin keramik Inggris, Bernard Leach, bar ini menciptakan kembali kehangatan sebuah pondok pedesaan Inggris yang sederhana.

Interiornya menampilkan karya-karya dari Harta Karun Nasional Hidup Shoji Hamada, serta Kanjiro Kawai dan Shiko Munakata, menciptakan ruang istimewa di mana Anda dapat menikmati minuman sambil merasakan kehadiran para maestro ini.

Lihat Lebih Banyak
La Ronde

La Ronde
— Rondo Cahaya dan Bayangan, Menerangi Malam yang Berkilauan

“La Ronde” menyambut para tamu di ujung jalan masuk yang dirancang menyerupai jembatan. Begitu melangkah masuk, Anda akan diselimuti oleh ruang dramatis yang menampilkan mosaik kaca ungu cerah yang membentang dari pilar hingga langit-langit.

Dirancang pada tahun 1965 oleh Isoya Yoshida dengan bimbingan kreatif dari Bernard Leach, permata arsitektur ini dibuat dengan cermat oleh para pengrajin terampil. Bahkan setelah hampir 60 tahun, bangunan ini memancarkan kecemerlangan abadi yang memikat.

Setelah renovasi baru-baru ini, tempat ini sekarang menawarkan tempat duduk yang elegan dengan pemandangan taman Jepang—berkembang menjadi tempat persembunyian yang mewah di mana estetika Jepang dan Barat berharmoni.

Lihat Lebih Banyak
Lampu Gantung Shiun

Lampu Gantung Shiun
— Perpaduan Harmonis dari Air,
Pepohonan Hijau, dan Cahaya

Menghadap ke taman Jepang yang rimbun, air terjun yang meng cascading, dan aliran sungai yang berkelok-kelok yang mengalir melalui hotel, Ruang Utama dihiasi oleh lampu gantung "Shiun", yang dibuat oleh seniman Minami Tada.

Terdiri dari sekitar 250.000 elemen kristal yang membentuk 21 bentuk seperti awan, karya ini mewujudkan tema desain lounge: perpaduan antara alam dan arsitektur. Penampilannya berubah tergantung pada perspektif pengamat, dan telah menjadi salah satu pemandangan paling ikonik di RIHGA Royal Hotel Osaka.

Lihat Lebih Banyak
Aula Sanraku

Aula Sanraku

— Panggung Keindahan Jepang yang Ditenun dengan Bunga Sakura dan Daun Musim Gugur

Aula Sanraku dihiasi dengan permadani Nishijin yang mereplikasi Yoshino Tatsuta, sebuah mahakarya pelukis periode Momoyama, Kano Sanraku. Membentang di dinding aula perjamuan megah ini, desain tersebut membangkitkan kesan sebuah lukisan monumental yang terbentang di seluruh ruangan.

Menggambarkan bunga sakura dan dedaunan musim gugur, permadani ini juga berfungsi sebagai pembatas yang dapat membagi aula menjadi dua bagian, menjaga keindahan dan fungsionalitas yang telah lama menjadi ciri khas layar lipat tradisional Jepang.

Lihat Lebih Banyak
gambar

Aula Korin
— Langit-langit Megah yang Ditenun dengan Bunga Iris dan Cahaya

Ciri khas utama Korin Hall adalah langit-langit emasnya yang megah. Terinspirasi oleh lukisan Irises dan layar Yatsuhashi karya Ogata Kōrin yang terkenal, langit-langit tersebut dihiasi dengan 750 kelopak bunga iris yang bercahaya.

Setiap kelopak bunga dibuat secara individual oleh para pematung Buddha Kyoto, sementara tiga lampu gantung besar memancarkan cahaya yang mempesona di seluruh aula. Bersama-sama, mereka menciptakan kesan mempesona seperti bunga iris yang mekar di atas hamparan air yang berkilauan.